Jazz

Jazz

Minggu, 17 Oktober 2010

BAGAIMANA MASA DEPAN INDONESIA TANPA KORUPSI

Hal yang sangat sederhana mungkin kita bisa melihatnya dipinggir jalan, tunawisma akan berkurang drastis, warga dapat berobat gratis, kesehatan terjamin, pendidikan juga gratis, tidak hanya sampai sekolah dasar tapi bisa sampai perguruan tinggi (amin). Pengangguran berkurang, tindak kejahatan juga ikut berkurang, kesejahteraan rakyat terjamin, tidak ada pekerja dibawah umur, yang terpaksa meninggalkan masa bermainnya demi mencari sesuap nasi, semua warga selalu tersenyum, saling menghomati, tidak ada perselisihan antar umat beragama lagi. Dan masih banyak hal lainnya yang sangat indah untuk dibayangkan tetapi sulit untuk diwujudkan.

Tetapi sungguh sulit Indonesia tanpa korupsi, karena sudah mendarah daging, tak mengenal jabatan bahkan usia budaya korupsi itu, tanpa kita sadari, kita pun pernah melakukannya, entah sedikit atau banyak yang kita korupsi. Dari mulai mengambil uang kembalian orang tua, atau mengedit nota belanja. Kita mengetahuinya, bahkan kita melihatnya sendiri, tetapi apa yang kita lakukan?? Kita tidak dapat berbuat apa-apa karena kita hanya orang awam, kita hanya dapat meyerahkan masalah ini kepada lembaga / instansi yang memiliki wewenang penuh atas masalah ini. Kita hanya dapat menghilangkan kebiasaan korupsi pada diri kita sendiri seperti mengambil kembalian orangtua, sebisa mungkin sejak dini kita berusaha menghilangkan kebiasaan korupsi dari diri kita sendiri Setelah kita bisa menghilangkannya baru kita bisa berharap orang lain dapat melakukan hal yang sama.
Negara kita kini mulai mencoba untuk memperbaiki nya, didirikanlan KPK. Tetapi baru sejenak instansi tesebut berdiri, langsung mendapatkan hantaman keras dari penguasa negeri kita, yang tak mau bekerja sama, mereka hanya mementingkan kepentingan pribadi maupun golongan sendiri. Sebenarnya instansi yang menangani dibidang korupsi bukan hanya KPK saja tetapi masih banyak yang lainnya, jadi apabila KPK mendapatkan hantaman keras dari penguasa negeri kita instansi yang lainnya juga dapat menggantikan tugas KPK untuk memberantas korupsi.


Di bawah ini adalah instansi-instansi yang memiliki tugas yang sama dengan KPK:
1. Tim Tastipikor (Tindak Pidana Korupsi)
2. Kepolisian
3. Kejaksaan
4. BPKP
5. Lembaga non-pemerintah: Media massa Organisasi massa (mis: ICW)

Seharusnya selain didirikannya instansi yang memiliki tugas untuk memberantas korupsi lembaga hukum dapat memberikan hukuman secara tegas bagi koruptor, seperti hukuman mati dan sanki hukum maksimal bagi koruptor. Apakah akan ada pertentangan?
Pertentangan akan sangat hebat dan perlawanan pasti luar biasa, hanya yakinkah kita bahwa Indonesia tanpa korupsi akan lebih baik dari yang korups?. Jika yakin bahwa Indonesia tanpa korupsi akan lebih baik dijalankan maka jika tidak yakin lebih baik kita hentikan saja pemberantasan ini. Alasannya pasti hanya akan jadi ajang balas dendam dan permainan politik saja sehingga lebih parah dari dibiarkan saja dengan harapan alam yang menghukum bangsa Indonesia.
Kali ini kita sebagai bangsa kembali diuji. Dahulu kala yakinkah merdeka lebih baik padahal zaman Belanda adalah zaman normal? jawaban para pendiri NKRI dengan keyakinan yang tinggi dan dengan darah serta nyawanya memperjuangkan kemerdekaan dan ternyata merdeka lebih baik. Para pendiri Republik ini yakin dan sadar serta rendah hati mengatakan bahwa Rahmat allah yang maha kuasa membuat kemerdekaan Indonesia terjadi , saat ini kita sebagai bangsa harus yakin dan percaya jika kita bersungguh sungguh maka korupsi ini akan lenyap dari bumi Indonesia tetapi dengan kesungguhan, kerja keras , pengorbanan dan tentunya Rahmat allah Yang maha kuasa.
Kita semua hanya menjalani sepenggal sejarah bangsa Indonesia ini tetapi dari ribuan tahun yang lalu sejarah sudah berjalan dan itu atas rahmat Allah Yang maha kuasa. Sekarang tugas DPR adalah bagaimana membuat kondisi seperti bola salju yang mendukung pemberantasan Korupsi, rugi kalau yang dipikirkan dan dilakukan hanya untuk menggulingkan Pemerintahan saja. Alasannya nanti kita akan guling-guling saja terus sampai muncul dictator baru. Bagaimana jika Pemerintah tidak bersungguh sungguh memberantas korupsi, sebaiknya jangan tapi dukung dulu pemerintah untuk melakukan pemberantasan korupsinya. Nanti proses akan menemukan solusinya.
Kesimpulan yang dapat diambil dari artikel di atas adalah Indonesia sedang mengalami hal yang sulit untuk memberantas korupsi dan lembaga hukum juga tidak memiliki ketegasan bagi para koruptor, dan masyarakat(khususnya kalangan bawah)hanya bisa pasrah menerima keadaan yang ada
.
Sumber: http://kompasiana.com
http://selamatkan-indonesia.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar